tentang konser

kenapa gw suka banget nonton konser musik? mungkin lo semua sering bertanya-tanya tentang hal ini, semacam “si dina ngapain banget deh perasaan sering banget dateng ke konser. kebanyakan duit kali yak? “. di sini gw akan menjabarkan (kira-kira) jawaban atas pertanyaan tersebut. dan karena gw bukan orang yang sistematis, gw akan menuliskan apa aja yang ada di pikiran gw tentang hal ini.

pertama banget, gw nggak kebanyakan duit! ya kale, anak kos kere gini kebanyakan duit haha. gw malah sering banget makan sehari sekali gara-gara duit mingguan kepake buat nonton sebuah konser hehe. jadi, singkirkan pikiran gw kebanyakan duit, karena itu tuduhan yang tidak beralasan saudara-saudara. 😀

and okay, here goes the real reason..

ketika menonton konser, gw merasa dibawa ke sebuah dunia yang berbeda dari yang biasanya gw jalani. gw dibawa ke dunia ini, yang hanya berisi si pemusik/band, gw, dan orang-orang sekitar yang mengapresiasi si pemusik/band tersebut dengan taraf yang kurang lebih sama seperti yang gw lakukan. AND this is RELIEVING. believe me. setelah berhari-hari, berminggu-minggu, berbulan-bulan, atau bahkan bertahun-tahun mendengarkan musik dari si empunya dan akhirnya musik itu menjadi sebuah bagian dari hidup lo, lo akan merasakan sensasi yang super menyenangkan saat melihat si empunya secara live karena musik yang lo dengarkan di konser itu memiliki memori di tiap-tiap nadanya.

dan, gw ga bisa boong, jenis musik yang gw suka bukan merupakan musik mainstream jadi banyak orang yang nggak tau dan bahkan bertanya tentang band yang gw datangi konsernya, kayak “— band apa sih din? bagus ya?” (— diisi dengan nama band). gw pun cuma bisa meringis dan mengangguk, sambil dalam hati berkata “ya iyalah bagus! orang gw sampe bela-belain nonton konsernya. itu kan berarti gw suka!”. tapi ketika lo ke sana dan mengetahui kalau lo nggak sendiri, it just feels.. nice, indeed. dan gw nggak main-main, ketika gw memutuskan untuk pergi ke sebuah konser seorang pemusik/sebuah band, berarti gw merasakan sebuah ikatan antara gw dan si pemusik/band tersebut. iya sih, ini emang kedengeran konyol, tapi begitulah adanya. juga..  feeling yang lo dapat ketika musiknya main, lalu semua orang sibuk berada di dunianya sendiri dan mulai berjingkrak-jingkrak sambil meneriakkan lirik lagu keras-keras. it’s really a WHOA. it’s priceless. lo ikut hanyut. mau nggak mau. dan harus mau. hehehe.

lalu, ketika semua hingar bingar itu selesai dan yang tertinggal hanya suara berdenging di telinga dan mata yang menatap nanar ke arah yang bahkan gw sendiri nggak tau ke mana. beeuuhh.. udah deh. that is it. eta. ETA PISAN. sensasi setelah konsernya selesai itu, lho. lo udah nggak tau lagi mau ngapain, yang kebayang cuma vokalis dan personil band lainnya yang beratraksi dengan charming-nya, cuma lagu-lagu yang tadi dimainin dan bahkan dengan urutan yang tidak jelas, cuma teriakan-teriakan lirik yang tadi dinyanyikan bersama dengan orang-orang asing yang menyukai karya yang sama, cuma.. cuma.. ARGH.

gw emang tipe orang yang menyukai detail, jadi gw mengapresiasi sekali apa-apa yang gw lihat di keseharian gw. dan, melihat orang-orang berbondong-bondong datang ke sebuah venue untuk menikmati pertunjukkan dari pribadi atau kelompok yang sama menurut gw adalah fenomena unik yang sangat, sangat dapat dinikmati. belum lagi pertunjukkan sesungguhnya yang ada di atas panggung. can’t praise it enough, darl.

so, overall, itulah yang menjadi dasar kenapa gw suka banget datang konser musik, ke gig, apalah namanya. simply for feeling the ambience of its beings, for just being there. it’s a beauty in its kind 🙂

D

Advertisements

6 thoughts on “tentang konser

  1. LOL
    I just realized that you moved your blog.

    WHYYY??
    COPYCAT jk 8D

    Anyway, I really like how you describe your feelings in a concert. I’d never have the patience to describe them so meticulously ahahaha.

    To quote you, “tapi ketika lo ke sana dan mengetahui kalau lo nggak sendiri, it just feels.. nice, indeed”

    I’ve never been to such a memorable concert before, but I definitely agree with you on this. Watching a concert DVD makes me feel akin to that, and makes me wish I HAVE THE MONEY TO WATCH SAID CONCERT LIVE Dx

  2. MASTEEEE YOU’RE HEREEE! haha. well, first of all, i didn’t realize your blog is a wordpress so i’m not a copycat, you naughty you! and second of all, yeah i just watched a concert last saturday in bandung. the band is called The Temper Trap. they’re based in oz but have indonesian (manadonese!) frontman (vocalist). cool, huh. third of all, gw stress ama tugas studio. anyway how have you been doing?

    • copycaaattt 8D

      Temper Trap?
      Wow- sounds badass.
      What’s their genre?? Ah- knowing you, prolly not mainstream music eh? xD
      Kasi link dun kalo ad lagunya, pgen dger >.<.

      Me?
      I've been feeling like SHID 8D
      Misery loves company eh? orz

      • it is badass! hahaha. well, no, not really bad-ass. it’s kind of alternative rock but its music has very grand atmosphere. iyaa lo harus coba denger di youtube tee hehe. lagunya yang sweet disposition jadi soundtrack film 500 days of summer loh fufu. why the shiddy feeling?

  3. dina dina dinaaaa. postingan2 lo akhirnya membakar semangat gue untuk kembali membenahi blog gue yang sudah lama terlantar. layoutnya baru lhoooo. fufufufufu 😀
    anyway, keep writing on this blog ya din!

    • iya iya iyaa! ini belom sempet gw apa-apain lagi nih blog wordpress. pengen gw utak-atik lagi iii hahaha. ntar kalo sampe bandung lagi deh. aiiii! ntar kita movie room dan sultan ageng tirtayasa trip yah kalo udah ada duit! hahahaha 😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s