Rumah

 Rumah. Kayaknya dari dulu gue selalu pengen punya rumah yang bagus. Bukan yang besar, tapi yang bagus. Mungkin gara-gara itu, tanpa disadari, gue mengambil jurusan Desain Interior di perkuliahan kali ya. Keinginan untuk rumah gue di masa depan berubah-ubah dari waktu ke waktu. Waktu kecil kira-kira gue pengen punya rumah yang seperti ini:

Little House on A Prairie

which is kind of weird, as I think about it again. Dulu gue emang punya obsesi tersendiri sama padang rumput, langit biru, dan kebebasan. I think, I kind of still do up to now, though hehe. Tapi dulu emang parah banget, sih, obsesinya. Pokoknya kalau nggak padang rumput ya pantai. Nggak tau kenapa, deh. Padahal gue dulu sama sekali nggak suka baca Little House on A Prairie, loh. Dikasih sama si Papa sih bukunya, tapi ya ampun gue bacanya aja udah males soalnya bosen. Padahal itu kan classic read, ya. Yah, intinya dulu gue pengen rumah mungil yang ada di tengah-tengah padang rumput. Dengan ilalang tinggi-tinggi, beberapa pohon dan semak-semak, dan rumput rumput rumput serta langit luas sejauh mata memandang. Ah, masa kanak-kanak yang indah.

Kalau sekarang, karena udah liat kenyataan begini-begitu, lokasi perumahan yang begitu-begini, dan begini-begitu lainnya, gue udah berubah haluan dari rumah di tengah-tengah padang rumput. Sekarang gue pengen rumah dengan lokasi yang bisa dinegosiasikan (I mean, mau di mana aja terserah haha –> murah), tapi punya halaman yang cantik di depannya. Yah, kayaknya semua perempuan pingin rumah kayak gitu, yah. Eh, tapi tapi gue punya beberapa foto yang menjelaskan detail visual rumah gue nanti hohoho. Kira-kira depannya seperti ini:

house

Emm, clearly tanpa bendera Amerika di atasnya, ya. Cuma yah kira-kira depannya kayak gitu. Nggak perlu banyak tanaman hias atau gimana sih soalnya gue nggak suka yang ribet-ribet. Halaman depan dengan satu-dua pohon dan rumput hijau yang dipangkas rapi udah cukup buat gue. Dan, yah, sedikit driveway ya. Gue nggak masalah punya rumah agak di luar kota. Mungkin commute-nya yang bikin capek, tapi yaudah lah ya. Gue nggak mau stuck di kota besar yang berisik, kotor, dan macet. Dan dengan keberadaan yang di pinggir kota, mungkin gue masih bisa melihat gunung, pematang sawah, atau pemandangan lain yang nggak bisa didapat sama orang yang tinggal di tengah-tengah kota. Who knows.

Lalu, lalu. Mari masuk ke dalam rumah masa depan gue. Rumah gue nanti harus punya jendela besar yang menghadap ke taman atau ke langit biru atau dua-duanya. Pokoknya menghadap ke pemandangan yang indah. Jadi kalau lagi suntuk atau bosen atau butuh inspirasi (yaelah. Iya Din iya dah inspirasi) bisa ngeliat ke jendela besar dan taraam jadi inspired atau tidak bosen lagi. Ah, pokoknya harus ada jendela besarnya deh! Kira-kira kayak gambar di bawah ini:

bid windows

cantik, ya? Terus ada bagian yang lantainya terbuat dari kayu entah itu parquet atau apa. Nggak perlu semuanya, cukup di bagian kayak living room atau ruang makan, tempat kumpul-kumpulnya gitu. Biar kesannya hangat dan agak crafty haha. Lagipula, gue suka warna alam.

Terus, di dalam rumah ada inner courtyard-nya. Indonesia kan negara tropis, ya. Kayaknya bakal adem kalau punya sepetak area terbuka di dalam rumah, biar sirkulasi udara di dalam rumah lancar, visual di rumah bagus, dan sinar matahari banyak yang masuk jadi nggak banyak kuman di dalam rumah. Nggak perlu yang besar atau heboh, cukup inner court kecil saja yang bisa dilihat dari balik kaca besar. Mungkin seperti ini ya, dengan kaca pembatas tapinya:

inner court

Dan, ke-BM-an gue yang terakhir adalah pengen punya backyard dengan patio! Patio berasal dari bahasa Spanyol yang berarti taman (yard, courtyard, foreyard). Sekali lagi, nggak usah lebay dan besar dan heboh. Cukup untuk duduk-duduk sekeluarga dengan nyaman dan buat masak barbekyu kali, yah. Patio ini juga akan dilengkapi decorative light bulbs berwarna kekuningan seperti yang ada di pohon natal atau di perayaan dengan tema garden party. Boleh juga dikasih lampion atau jar lamps gitu. Kira-kira penampakannya seperti ini:

patio

Di gambar patio-nya besar ya, dan isinya dining table. Kalau dalam versi gue, lebih ke arah living room dengan sofa dan sedikit area untuk lesehan, sih. Jadi bisa menikmati taman, baca buku, ngeliatin hujan, nyelesaiin kerjaan, atau apapun dengan tenang di sana. Tapi ada roof dan pembatas kaca itu emang juara, sih. Jadi walaupun hujan tetap bisa duduk-duduk di situ. Kalau untuk decorative lighting-nya kira-kira yang seperti ini:

light bulbsjar lamp

Sekali lagi gue nggak bisa menemukan gambar yang pas. Yang penting adalah objek lampunya ya hehe. Di gambar sebelah atas kan banyak light bulbs di atas meja perayaannya. Dan di gambar bawahnya ada beberapa lampu yang dibuat dari toples kaca. Gue pengan ada salah satu atau kombinasi keduanya di patio rumah gue nanti.

Ihiw, kalo beneran bisa kayak yang gue jelasin tadi, rasanya akan menyenangkan sekali. Soalnya, rumah buat gue adalah sebuah elemen penting dalam kehidupan. Rumah kan tempat istirahat, juga tempat di mana gue bisa jadi diri gue sendiri tanpa peduli apa kata orang lain, jadi harus dibuat semenyenangkan dan senyaman mungkin. Ah, semoga semoga dan semoga, ya. Amin.

Makasih ya udah mau baca posting ini *nyengir senang.

D

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s