Papaw

Waktu itu gue sama aya baru pulang dari ngecek kursi di Eterno. Kita makan di A&W Pasteur. Abis ngobrol-ngobrol, gue punya hasrat untuk lihat-lihat ke pet shop di deket situ. Lihat-lihat pet shop, lalu melihat ke tempat hamster. Dalam sepersekian detik gue memutuskan untuk membeli hamster. Jadilah gue beli seekor hamster yang lalu gue beri nama Papaw.

Papaw jenis hamster Panda. Waktu gue beli dia masih sangat kecil. Karena lingkungan yang baru dan asing, dia jadi suka gigit-gigit. Tangan gue abis dia gigit, pernah sampai hampir berdarah. Dia gigitnya lama, terus dalam. Pokoknya sakit banget kalau dia ngegigit. Gue jadi sedih juga kalau dia udah mulai gigit-gigit. Itu tandanya dia masih belum kenal sama gue.

Tapi lama-kelamaan, dia jadi jarang gigit. Lalu, nggak sama sekali. Seneng deh waktu dia bisa gue ajak main-main di tangan dan gue elus-elus lalu dia tenang-tenang aja, nggak gigit sama sekali. Dia juga mulai tahu bau tangan gue, jadi waktu gue angkat dia nggak meronta-ronta lebay kayak dulu. Dia suka gue lepas di kamar kosan gue, biar dia bebas lari-lari. Lucunya, setiap kali gue lepas dia di kamar, dia pasti selalu balik lagi ke kandang. Pernah juga seharian gue lupa nutup kandang dan gue pergi kuliah. Balik-balik gue panik banget. Eh, taunya dia masih di dalam kandang aja dengan tenangnya. Kalau gue pulang kuliah dan masuk kamar, dia suka keluar dari rumah kecilnya yang ada di atas kandang itu dan berdiri-diri di gerigi kandang menghadap ke gue lalu gue ajak main. Pokoknya, Papaw hamster yang menyenangkan.

Kemarin malam dia sakit. Sekitar jam delapan gitu gue ngasih dia makan dan main sama dia. Dia masih aktif. Gue taruh dia di kandang kayak biasa. Gue lalu tidur-tiduran di tempat tidur. Tahu-tahu, maleman gitu, ada suara kayak mencicit-cicit dari arah kandang. Si Papaw bunyi terus. Gue panik, kan. Gue kira dia minta dicariin temen atau gimana karena selama ini dia gue pelihara sendiri. Bolak-balik gue keluarin dia dari kandang, gue elus-elus. Akhirnya, dia gue tinggal tidur.

Besoknya, gue di kampus seharian. Pas balik, dia masih bunyi gitu, kayak orang asma gitu bunyinya. Akhirnya gue bawa ke dokter. Gue nunggu di dokter hewan di Cikapayang, sendirian. Papaw udah kayak lemes banget, napasnya udah megap-megap gitu. Mas-mas sebelah gue yang udah ngantri duluan sampai ngasih gilirannya ke gue karena ngeliat hamster gue kayak udah sakit banget. Gue masuk. Diperiksa papaw sama dokter, dikasih suntikan, dikasih resep. Selesai dari situ gue ke Kimia Farma Dago, nebus resep. Selama itu, gue deg-degan banget mikirin Papaw. Bolak-balik gue cek dia di kandang kecilnya. Tapi, ketika sampai di kosan lagi, Papaw udah nggak bergerak.

Papaw, tidur yang tenang ya di sana. Maaf ya aku kurang cepet tadi bawa kamu pulang. Makasih ya, Paw. I’ll miss you :””””””””””””(

D

Advertisements

8 thoughts on “Papaw

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s